|


A. Selayang Pandang
Cagar Alam Gunung Mutis merupakan salah satu obyek wisata andalan yang
dimiliki oleh Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kawasan wisata ini terkenal dengan
gunung-gunung batu marmernya yang oleh masyarakat setempat disebut Faut
Kanaf atau batu nama. Di bawah Faut Kanaf, terdapat sumber-sumber mata air
yang disebut Oe Kanaf atau air dari batu. Air yang bersumber dari Faut Kanaf
tersebut mengalir menuju satu titik dan membentuk dua buah DAS (Daerah
Aliran Sungai), yang oleh masyarakat disebut DAS Benain dan DAS Noelmina.
Kedua DAS ini merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat Timor Tengah Barat
sampai hari ini.

Kawasan wisata yang berjarak sekitar 140 km
sebelah timur laut dari Kota Kupang ini memiliki luas wilayah sekitar 12.000
hektar dan dihuni oleh salah satu suku tertua di Nusa Tenggara Timur, yaitu
Suku Dawan.

B. Keistimewaan
Berkunjung ke Kawasan Wisata Cagar Alam Gunung Mutis sungguh menarik. Sejuta
flora dan fauna hidup di dalamnya. Kawasan Wisata Gunung Mutis memiliki tipe
vegetasi yang merupakan perwakilan hutan homogen dataran tinggi. Kawasan ini
juga didominasi berbagai jenis ampupu (eucalyptus urophylla) yang tumbuh
secara alami dan jenis cendana (santalum album). Selain itu di sini dapat
ditemui berbagai jenis pohon lainnya seperti hue (eucalyptus alba), bijaema
(elacocarpus petiolata), haubesi (olea paniculata), kakau atau cemara gunung
(casuarina equisetifolia), manuk molo (decaspermum fruticosum), dan oben
(eugenia littorale).
 |
 |
 |
 |
Olive
(Olea paniculata) |
hue
(eucalyptus alba) |
cemara gunung (casuarina equisetifolia) |
oben
(eugenia littorale) |
Ada juga jenis tumbuh-tumbuhan seperti salalu (podocarpus rumphii), natwon
(decaspermum glaucescens), natbona (pittospermum timorensis), kunbone
(asophylla glaucescens), tune (podocarpus imbricata), natom (daphniphylum
glauceccens), kunkaikole (veecinium ef. varingifolium), tastasi (vitex
negundo). Kemudian ada juga manmana (croton caudatus), mismolo (maesa
latifolia), kismolo (toddalia asiatica), pipsau (harissonia perforata),
matoi (omalanthus populneu), dan aneka jenis paku-pakuan dan
rumput-rumputan.
Selain kaya dengan flora, kawasan wisata Mutis juga menyimpan aneka fauna
khas Pulau Timor. Di kawasan ini, pengunjung dapat menyaksikan rusa timor
(cervus timorensis), kus-kus (phalanger orientalis), babi hutan (sus
vitatus), biawak (varanus salvator), biawak timor (varanus timorensis). Di
kawasan ini juga terdapat ular sanca timor (phyton timorensis), ayam hutan
(gallus-gallus), punai timor (treon psittacea), betet timor (apromictus
jonguilaceus), pergam timor (ducula cineracea), dan perkici dada kuning
(trichoglosus haematodus).

Pemandangan menarik lainnya yang dapat disaksikan adalah cara suku-suku asli
di kawasan wisata ini untuk menafkahi hidupnya. Dengan memanfaatkan dahan
dan ranting pohon-pohon besar, penduduk setempat membuatkan rumah bagi lebah
hutan penghasil madu. Dari madu lebah hutan ini, masyarakat dapat berharap
banyak untuk menopang kehidupan ekonominya, selain dari hasil ternak dan
pertanian.
Daftar
Jenis Burung yang ada di gunung mutis :
* Ducula cineracea
* Turacoena modesta
* Macropygia magna
* Trichoglossus euteles
* Psitteuteles iris
* Aprosmictus jonquillaceus
* Halcyon australasia
* Saxicola gutturalis
* Zoothera dohertyi
* Zoothera peronii
* Buettikoferella bivittata
* Phylloscopus presbytes
* Cyornis hyacinthinus
* Gerygone inornata
* Pachycephala orpheus
* Heleia muelleri
* Lichmera flavicans
* Myzomela vulnerata
* Meliphaga reticulata
* Philemon inornatus
* Erythrura tricolor
* Oriolus melanotis
* Sphecotheres viridis
C. Lokasi
Secara geografis, Cagar Alam Gunung Mutis terletak di wilayah Kecamatan
Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Propinsi Nusa Tenggara Timur,
Indonesia.
D. Akses
Untuk mencapai Mutis perjalanan dimulai dari Kota Kupang menuju SoE, kota
Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan jarak 110 km dan waktu tempuh kurang
lebih 2,5 jam. Dari SoE, perjalanan dilanjutkan dengan menumpang bus menuju
Kapan, Kota Kecamatan Mollo Utara. Dari Kapan, perjalanan dilanjutkan menuju
Desa Fatumnasi, sebuah desa yang berada di lereng Gunung Mutis dan merupakan
pintu masuk untuk memasuki kawasan wisata ini. Perjalanan sejauh 15 km
dengan menggunakan bus tersebut akan mengantarkan pengunjung memasuki
kawasan wisata Gunung Mutis yang sungguh mempesona itu.

|