JavaScript DHTML menu is only visible when JavaScript is enabled
headingntt.jpg
SmartMenus 6 Example - Black Style

 

 Admin :

.

 

AGENDA HARIAN

 

 

TRANSPORTASI


Informasi Penerbangan dan transportasi Laut

 [ Klik Disini ]
-----------------------------------

.

HARGA PASAR


Informasi Harga 9 Bahan Pokok di wilayah NTT

[ LIHAT ]

-----------------------------------

 

.

.

BANNER MITRA



 

TABLOID

TOURISM, EXBIS, EDUCATION
 


 

.

 

 

 




 

.

FOTO

.

New Page 1




 

Perkembangan Sarana Kesehatan diantaranya Rumah Sakit, Puskesmas dan lain sebagainya di Provinsi NTT untuk tahun 2008 dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Sarana Kesehatan di Provinsi NTT Tahun 2008

No

Sarana kesehatan

Jumlah

1.

Rumah sakit umum

33

2.

Rumah sakit khusus

2

3.

Puskesmas

284

4.

Puskesmas pembantu

938

5.

Polindes

925

6.

Pusling

304

7.

Posyandu

8.304

8.

Apotek

100

9.

SPK, Akademi Kesehatan/ Poltekes

6

10.

Toko obat berizin

172

Pada tahun 2007, jumlah tenaga kesehatan pada sarana pelayanan kesehatan (Puskesmas, Rumah Sakit dan Tenaga Kesehatan di Kabupaten/Kota dan Provinsi) di Provinsi NTT sebanyak 9.133 orang dengan rincian Medis sebanyak 764 orang, Perawat dan Bidan sebanyak 6.588 orang, Farmasi sebanyak 431 orang, gizi sebanyak 307 orang, teknisi medis sebanyak 329 orang, sanitasi 493 orang dan kesehatan masyarakat sebanyak 221 orang. Berdasarkan jumlah tenaga medis tersebut, maka rasio tenaga kesehatan di daerah per 100.000 penduduk sebesar 205 ini berarti bahwa setiap 100.000 penduduk dilayani oleh 205 tenaga kesehatan.


Rasio Tenaga Kesehatan pada sarana pelayanan kesehatan
di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2007

 

Jenis Tenaga
Kesehatan

Jumlah
Nakes

Rasio Nakes  NTT

Rasio Nasional

Dokter Umum

541

12,16  : 100.000

40  : 100.000

Dokter Spesial

69

1,55  : 100.000

6  : 100.000

Dokter Gigi

154

3,46  : 100.000

11  : 100.000

Perawat

3.865

86,88  : 100.000

117 : 100.000

Perawat Gigi

NA

7,6 : 100.000

30 : 100.000

Bidan

2.723

61,21  : 100.000

100  : 100.000

Ahli Gizi

307

6,9  : 100.000

40  : 100.000

Sanitarian

493

11,1  : 100.000

40  : 100.000

Apoteker

69

1,55  : 100.000

10  : 100.000

Sarjana Keshtn. Masy

221

4,2  : 100.000

40  : 100.000

Asisten Apoteker

222

4,99  : 100.000

30  : 100.000

Keteknisan Medis

329

7,4  : 100.000

15  : 100.000

Keterapian Fisik

NA

0,7 : 100.000

4 : 100.000

Sarjana Farmasi

34

0,4  :  100.000

 

D III Farmasi

106

2,04  :  100.000

 

 

Persebaran tenaga kesehatan menurut unit kerja pada tahun 2007 yakni yang bekerja pada Puskesmas (PUSTU dan POLINDES/ POSKESDES) sebanyak 6.111 orang (65,66%), yang bekerja di Rumah Sakit sebanyak 2.359 orang (25,35%), yang bekerja pada Institusi Diklat/ Diknakes sebanyak 158 orang (1,70%), yang bekerja pada sarana kesehatan lain sebanyak 16 orang (0,17) dan yang bekerja pada Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota sebayak 663 orang (7,12%). Rincian jumlah persebaran tenaga kesehatan menurut unit kerja sebagaimana terlihat pada tabel di bawah ini :


Persebaran Tenaga Kesehatan di Provinsi NTT
Menurut Unit Kerja Tahun 2007

 

No

 

 

Unit Kerja

TENAGA KESEHATAN

Medis

Perawt & Bidan

Far -masi

Gizi

Teknisi Medis

Sani tasi

Kes-mas

Jumlah

Jml

Jml

Jml

Jml

Jml

Jml

Jml

Abs

%

1

Puskesmas (Pustu, Polindes / Poskesdes)

492

4.678

202

188

129

372

50

6.111

65,66

2.

Rumah Sakit

234

1.696

134

53

173

37

32

2.359

25,35

3.

Diklat/Diknakes

7

84

10

5

0

18

34

158

1,70

4.

SarKes Lain

1

3

0

0

8

2

2

16

0,17

5.

Dinkes Kab/Kota

38

214

95

66

27

84

139

663

7,12

Jumlah

772

6.675

441

312

337

513

257

9.307

100

Tahun 2006

432

5.301

374

271

95

424

77

6.974

100

Tahun 2005

309

3.300

175

114

46

237

50

4.231

100

Selama 5 tahun terakhir ini profil kesehatan masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur menunjukan bahwa Angka Kesakitan Penduduk atau morbiditas masih didominasi oleh penyakit-penyakit infeksi yang lama seperti ISPA, Malaria, diare, TBC, frambusia, filaria, lepra dan penyakit infeksi yang baru seperti HIV AIDS, DBD Dengue. Data angka kesakitan penduduk yang berasal dari masyarakat (community based data) menunjukkan penyakit infeksi masih merupakan yang terbanyak pada pasien rawat jalan di Puskesmas dan Rumah Sakit pada tahun 2007. Gambaran Pola 10 penyakit terbanyak pada pasien rawat jalan di Puskesmas tahun 2007 disajikan pada Tabel berikut ini :


Pola 10 Penyakit Terbanyak
di Puskesmas pada Pasien Rawat Jalan
 

No.

Golongan Sebab Sakit

Jumlah Kunjungan

%

1.

ISPA

996.946

24,47

2.

Malaria

781.568

20,75

3.

Penyakit Kelainan

577.249

15,33

4.

Penyakit pada Sistem Otot dan Jaringan

501.190

13,31

5.

Penyakit Kulit dan Jaringan Sub Kutan

287.263

 7,63

6.

Penyakit Virus

190.355

 5,05

7.

Penyakit Infeksi pada Usus

189.685

 5,04

8.

Penyakit Rongga Mulut

 88.607

 2,35

9.

Penyakit Infeksi Parasit dan Akibatnya

 77.843

 2,07

10.

Sebab lain Kebidanan

 75.156

 2,00

 

Jumlah kasus kematian Bayi pada tahun 2004 sebanyak 1.347 kasus, tahun 2005 meningkat menjadi 1.383 kasus, tahun 2006 menurun menjadi 1.275 kasus, dan tahun 2007 menurun lagi menjadi 1.193 kasus. Rinciannya dapat dilihat pada Tabel berikut ini :


Jumlah Kelahiran dan Kematian Bayi dan Balita
di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2004 – 2007

 

Tahun

Jumlah

 

% lahir mati

 

Jmlh bayi mati

Jmlh balita

Jmlh balita mati

Lahir hidup

Lahir mati

Lahir hidup
+

Lahir mati

2004

119.543

1.487

73.254

2,03

1.347

291.507

755

2005

112.580

1.559

94.921

1,64

1.383

383.821

707

2006

92.845

1.328

95.555

1,39

1.275

415.332

862

2007

 92.930

 1.412

  94.342

1,50

1.193

395.673

     348

Tingkat kematian ibu masih merupakan masalah yang dominan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya kasus kematian ibu antara lain : faktor ekonomi, sosial, budaya, geografis, transportasi dan faktor kesehatan itu sendiri. Faktor-faktor tersebut secara implisit telah tampak dalam “4 Terlalu” (Terlalu muda, Terlalu tua, Terlalu rapat jarak kehamilan, dan Terlalu banyak anak) dan “3 Terlambat” (Terlambat ambil keputusan, Terlambat menjangkau fasilitas kesehatan dan Terlambat memperoleh pertolongan)”. Kasus kematian ibu tertinggi di TTS, Manggarai, Kab Kupang, dan Sumba Barat. Kasus kematian terendah di Kota Kupang, Rote Ndao, Lembata, dan TTU. Data selengkapnya untuk setiap kabupaten dapat dilihat pada Tabel berikut :


Jumlah Kematian Ibu Maternal menurut Kabupaten
Se Provinsi NTT Tahun 2007

No

Kabupaten

Jumlah Lahir

Jumlah Kematian Maternal

Kematian Ibu Hamil

Kematian Ibu Bersalin

Kematian Ibu Nifas

Jmlh

1

Sumba Barat

11.402

0

22

1

23

2

Sumba Timur

5.244

4

10

2

16

3

Kab. Kupang

7.124

4

5

16

25

4

TTS

4.087

2

36

9

47

5

TTU

5.694

1

5

2

8

6

Belu

8.086

6

7

2

15

7

Alor

3.780

3

8

0

11

8

Lembata

2.482

2

4

1

7

9

Flotim

2.474

6

7

1

14

10

Sikka

6.829

3

6

0

9

11

Ende

5.664

4

6

1

11

12

Ngada

5.755

6

3

3

12

13

Manggarai

11.030

4

18

4

26

14

Rote Ndao

3.069

1

3

2

6

15

Kota Kupang

6.496

0

5

0

5

16

Mggarai Barat

3.734

0

2

7

9

 

Jumlah Prov.

92.930

46

147

51

244

Tahun 2006

92.845

36

175

42

253

Tahun 2005

112.580

50

218

79

347

Tahun 2004

119.543

68

230

185

484

Sumber : Dinas Kesehatan Provinsi NTT Tahun 2008




PENGADUAN

 

.

PUBLIKASI


KOLOM OPINI

MENURUT ANDA APA HARAPAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN YANG PERLU DILAKSANAKAN OLEH GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR YANG BARU

[Baca] [Tulis]

.

PERDA - PERDA














 

UMKM NTT

New Page 1

 


 

.

 

 



KANTOR PENGOLAHAN DATA ELEKTRONIK (KPDE)
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Jl. Raya El Tari No. 52 Kupang, Telp. (0380) 824843, (0380) 832567, Faks. (0380) 830814
Copyright © 2005 All rights reserved
 All comment about this site please send mail to e-mail
@2005
www.nttprov.go.id
support by nusacendanabiz.com