Informasi Harga 9 Bahan
Pokok di wilayah NTT [
LIHAT ]
-----------------------------------
.
.
BANNER MITRA
TABLOID TOURISM, EXBIS,
EDUCATION
.
.
FOTO
.
DETAIL BERITA ...
Post by RIM
IKAN PAUS DAN LUMBA-LUMBA IKUT MATI
(Kamis, 08 Oktober 2009),
Akibat Pencemaran di Laut Timor
Pencemaran di perairan Laut Timor yang meliputi pulau Timor, Rote dan Sabu semakin luas. Bila pada pekan lalu tumpahan minyak mentah baru mencapai 70 mil dari Pantai Kolbano, wilayah selatan TTS, kini hanya berjarak 30 mil. ...
KUPANG/WWW.NTTPROV.GO.ID > Pencemaran di perairan Laut Timor yang meliputi pulau Timor, Rote dan Sabu semakin luas. Bila pada pekan lalu tumpahan minyak mentah baru mencapai 70 mil dari Pantai Kolbano, wilayah selatan TTS, kini hanya berjarak 30 mil. Bahkan dari pantai selatan Tablolong hanya berjarak 20 mil. "Wilayah laut yang tercemar sudah masuk pada 11,39 LS hingga 124, 30 BT dan 10,30 LS hingga 24, 30 BT," ujar Gab Oma, juragan kapal KM Nirmawa I kemarin di Oesapa.
Gab bersama 18 nelayan lainnya baru pulang melaut, Rabu (7/10) dini hari memperlihatkan gambar yang direkam dengan camera ponsel. Dalam gambar tersebut terlihat ikan-ikan terapung. "Jadi ini ikan mati karena laut sudah tercemar, minyak sudah menutupi permukaan air," jelas Gab sambil menunjukan gambar di camera ponselnya.
Pencemaran tidak saja akan merusak ekologis tapi kehidupan para nelayan sangat terancam. Apalagi daerah tercemar merupakan habitat ikan kakap merah yang menjadi incaran nelayan. Karena itu katanya saat ini semua nelayan menderita kerugian yang cukup besar. Pasalnya untuk sekali melaut membutuhkan dana sebanyak Rp 3 juta. Dana tersebut untuk BBM, dan kebutuhan hidup termasuk rokok.
Pada keadaan normal, mereka (nelayan, red) masih bisa membawa pulang hasil sebanyak 1 hingga 1,5 ton. "Dalam sehari itu kita bisa dapat ikan 100 ekor lebih, sekarang hanya bisa 3-4 ekos saja," tambah Gab.
Ikan yang mati akibat pencemaran tidak lagi sebatas pada ribuan ikan kecil dan kakap merah saja, tapi kini ikan paus dan lumba-lumba juga sudah terapung. Ketua Aliansi Nelayan Tradisional Pulau Timor (Antralamor), H. Mustafa mengharapkan adanya perhatian pemerintah pusat dan daerah.
Menurutnya kini bukan lagi saatnya untuk saling membantah tentang apa yang terjadi di Laut Timor. "Faktanya sudah ada, kami nelayan, Pak. Jelas kami dirugikan karena daerah tangkapan sudah tercemar," ujar Mustafa.
Saat ini katanya pemerintah harus segera mengambil langkah nyata demi menyelamatkan ekosisitem Laut Timor, warga pesisir di Timor Barat dan juga nelayan tradisional. Mustafa menyindir lambanya penanganan yang dilakukan lebih disebabkan karena mereka bermukim di daerah pinggiran. "Mungkin karena kita tinggal di pinggir Indonesia, maka terus dipinggirkan," ujar Mustafa.
Sebelumnya diberitakan ladang minyak yang dikelola perusahaan minyak asal Thailand, PTTEP Australasia meledak dan menumpahkan minyak sebanyak 500 ribu per hari. (Timex, Sabtu 26/9) Kantor Administrator Pelabuhan Kupang telah melaporkan kepada Gubernur NTT tentang adanya tumpahan minyak di Laut Timor dari The Montara Well Head Platform yang sudah memasuki wilayah NTT sekitar 51 mil laut tenggara Pulau Rote.
Dalam surat yang ditandatangani Adpel Pelabuhan Kupang, Pieter Fina juga dilaporkan soal pembentukan posko Daerah dalam rangka mengantisipasi masalah pencemaran minyak di Laut Timor dan wilayah ZEE Indonesia.
Adpel juga mengharapkan gubernur untuk menetapkan tugas dan tanggung jawab serta susunan organisasi posko.
Portal/website Iklan Gratis untuk semua
jenis iklan. Bagi para ukm-ukm seperti tenunan, kerajinan, tanaman
hias dll di NTT yang ingin beriklan produknya secara online dan gratis
(tanpa membangun website sendiri), silahkan kunjungi website ini:
Portal/ website khusus untuk iklan mobil
secara online dan gratis bagi masyarakat nusa tenggara timur
sekitarnya. Silahkan iklankan mobil anda secara gratis dan online
serta dilengkapi dengan gambar. Silahkan kunjungi situs dibawah ini :