|

Objek dan Daya Tarik
Wisata
S e d a r a t a n
A l o r
.:.
Pantai Mali (alor)

Pantai mali berada di desa kabola kecamatan
teluk mutiara dengan jarak 10 KM dari kota kalabahi. Pantaiini menyajikan
air yang tenang dengan pasir putih dan taman wisata alam laut yang indah
serta rimbunan pohon kelapa yang syarat berbuah.
Dari pantai ini dapat dilihat pulau Sika yang
sangat indah dan terdapat sebuah kuburan tua dan keramat. Objek ini dapat
dijangkau dengan angkutan umum dengan intensitas sedang, ojek mobil probadi
atau sewaan.
Dari pantai mali sekitar 3 km dapat dilihat
suatu pemandangan alam hutan nostalgia dimana para pengunjungnya diberikan
anakan tanaman untuk ditanam sekitar lokasi dengan mencantumkan namanya pada
pohon tersebut. Pada hutan ini juga terdapat sebuah mata air yang sejuk
dibawah rerimbunan pohon kenari dan cendana yang indah.
.:.
Taman Laut Pantar

Keindahan dan keunikan alam bawah laut Selat
Pantar sangat menakjubkan. Bahkan jika dibandingkan dengan Taman Laut Komodo
di NTT, Berau di Kalimantan Timur, Bunaken di Sulawesi Utara dan Raja Ampat
di Papua, Selat Pantar masih tetap yang terbaik, meski selama ini untuk
diving, taman laut Komodo, Bunaken, Berau, dan Raja Ampat lebih populer,
tapi di mata para diver kelas dunia taman laut Selat Pantar yang terletak di
Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, lebih unggul karena
keindahannya yang menakjubkan. Konon terindah setelah taman laut Kepulauan
Karibia. Banyak wisatawan asing yang pernah ke Alor terkagum-kagum. Sebab,
selain dimanjakan keindahan taman lautnya, mereka juga menemukan fenomena
taman laut tersebut langka dan sangat menarik. Makanya, wajar jika wisata
bahari Alor dengan panorama bawah laut yang spefisik di Selat Pantar menjadi
primadona dan pemikat bagi para diver kelas dunia dari Amerika, Australia,
Austria, Inggris, Belgia, Belanda, Jerman, Kanada, Selandia Baru, dan
beberapa negara di Asia.

Tercatat, ada 26 titik diving yang memesona wisatawan di sana. Ke-26 titik
diving itu yaitu, Half Moon Bay, Peter's Prize, Crocodile Rook, Cave Point,
The Edge, Coral Clitts, Baeylon, The Arch, Fallt Line, The Pacth, Nite
Delht, Kal's Dream, The Ball, Trip Top, The Mlai Hall, No Man's Land, The
Chatedral, School's Ut, dan Shark Close.

Titik diving yang terakhir ini sangat menarik karena merupakan kumpulan
ikan hiu dasar laut yang sangat bersahabat dengan para diver. Keindahan
bawah laut yang terdapat di Alor Besar, Alor Kecil, Dulolong, Pulau Buaya,
Pulau Kepa, Pulau Ternate, Pulau Pantar, dan Pulau Pura, juga mengundang
decak kagum para diver profesional dari Jakarta dan Bali untuk datang ke
sana.
Bahkan, para diver kelas dunia mengakui, bahwa kawasan taman laut Alor
merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Tengok saja pengakuan Ken Parker
dari Amerika Serikat, More big fish, prolific swarming masses of schools
than anywhere I've seen in 20 years of diving.
Atau dengarkan penuturan Adrienne May dari Australia. "Enjoyed seeing the
Manta Rays, Sharks, Turtles, Dolphins, Whales and that huge Napoleon
Wrasse." Bahkan, Michael AW fotografer asal Singapura berkata, A World class
diving!... Kal's Dream is to be dived again and again and again.... of all
my underwater sojourns, Alor is among the best!. Begitu juga pernyataan
Helen Roberts dari Inggris, We saw hue Sunfish, Reef Sharks, Turtles, Moray
Eels, Rays, Naopoleon Wrase, Dog-tooth Tuna, Barracuda and loads of
beautiful Reef Fish all in just three dives.
Selain potensi wisata bahari, Alor juga menyimpan sejumlah objek wisata yang
memiliki daya tarik secara kultural dan historis yang jarang dijamah dan
dikunjungi baik oleh penduduk setempat maupun oleh wisatawan. Meski memiliki
aksebilitas amat terbatas, tapi bagi para pencinta petualangan alam justru
menjadi tantangan dan keunikan.
Salah satunya, alquran tua dari kulit kayu yang ditulis dengan tinta ramuan
tradisional yang diperkirakan berusia lebih dari 800 tahun, sebuah bukti
sejarah tentang keberadaan Islam di Alor. Daya pemikat lainnya yaitu kampung
Takpala, sebuah desa tradisional yang dihuni oleh suku Abui dengan pola
perkampungan linear dengan deretan rumah adat.
Masyarakatnya yang masih memegang teguh adat dan tradisi akan
mempertontonkan atraksi budayanya yang khas dalam menyambut para pelancong,
membuat nama desa ini melambung sampai ke mancanegara.
Bagi pendaki gunung yang menggilai tantangan di tempat yang masih perawan,
Gunung Delaki Sirung di Pulau Pantar dan Gunung Koya-Koya di Pulau Alor,
adalah tempatnya. Kepenatan yang melelahkan itu segera sirna membawa
kesejukan dan kesegaran jiwa setelah menyaksikan fenomena geologi vulkanik
di Desa Air Panas dan Air Terjun di Pulau Pantar, taman wisata alam Tuti
Adagae di Pulau Alor.
Sementara ranch mini peternakan rusa (terbaik di kawasan timur Indonesia)
jangan dilewatkan untuk dikunjungi. Kesejukan dan kesegaran di alam Hutan
Nostalgia juga akan menyapa setiap pengunjung yang ingin melepas kepenatan.
Sebelum beranjak kembali pulang, jangan lupa menanam pohon di Hutan
Nostalgia sebagai tanda Anda pernah mengunjungi Pulau Alor. Nama dan alamat
Anda akan diabadikan pada pohon yang ditanam dan dikenang sepanjang masa.
.:.
Kampung Takpala
Takpala merupakan sebuah
kampung tradisional yang berada di Kabupaten Alor, Kecamatan Alor Tengah
Utara, Desa Lembur Barat.

Ini adalah salah satu rumah Gudang yang berada
di Takpala


Para tua-tua Adat


Moko merupakan salah satu belis di Kabupaten
Alor

Para turis manca negara bersama dengan
masyarakat
Takpala melakukan Tarian Lego-lego
Sumber
Portal Bisnis #1 di NTT
www.nusacendanabiz.com


|