|

Objek dan Daya Tarik
Wisata
S e d a r a t a n
T i m o r
.:.
Pantai Lasiana

Selayang Pandang
-----------------------
Pantai Lasiana mulai dibuka untuk umum sekitar tahun 1970-an. Sejak Dinas
Pariwisata NTT memoles dengan membangun berbagai fasilitas pada tahun 1986,
Pantai Lasiana ramai dikunjungi turis asing. Sesuai rencana pengembangan
Pemkot Kupang, Pantai Lasiana akan dijadikan Taman Budaya Flobamora, yakni
sebutan yang mengacu pada keseluruhan suku bangsa di dekat Pantai Lasiana,
antara lain, Flores, Sumba, Timor dan Alor.
Di pantai Lasiana ini banyak didapati lopo-lopo yang berderet. Lopo-lopo
adalah sebutan lokal untuk pondok yang dibangun menyerupai payung dengan
tiang dari batang pohon kelapa atau kayu dan beratapkan ijuk, pelepah kelapa
atau lontar, dan alang-alang. Bisa juga beratapkan seng yang bagian luarnya
dilapisi ijuk, pelepah kelapa atau lontar dan alang-alang.
Keistimewaan
-----------------------
Pantai nan landai sekitar 3,5 hektar atau tepatnya 35.065 persegi ini,
berudara sejuk karena dinaungi 65 pohon kelapa dan 230 pohon lontar tua yang
hingga kini masih produktif. Pantainya berpasir putih halus, lautnya biru,
airnya jernih dengan debur ombak yang bergulung-gulung kecil, tenang.
Keindahan pantai ini bukan karena fasilitas buatan, tetapi lebih karena
karakter alamnya.
Pantai Lasiana mempunyai topografi menarik, pada bagian barat terdapat
perbukitan, sehingga keseluruhan kawasan ini mempunyai variasi unik, yaitu
perpaduan antara perbukitan dan pantai.
Lokasi
-----------------------
Pantai ini terletak di Kecamatan Kupang Tengah, Kota Kupang, Nusa Tenggara
Timur.
Akses Menuju Lokasi
-----------------------
Pantai Lasiana berjarak 12 Km dari pusat kota Kupang. Umumnya, pengunjung
datang menggunakan angkutan umum, atau dengan kendaraan pribadi. Untuk
angkutan umum pengunjung dapat naik jenis kendaraan colt, dengan biaya Rp.
5000.
Harga Tiket Masuk Lokasi
---------------------------
Pengunjung dipungut tiket masuk Rp 1.000 per-orang, Rp 500 per-sepeda motor,
dan Rp 1.500 per-mobil/roda empat.
Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
-------------------------------------
Di pantai ini terdapat satu bangunan kios percontohan, tiga kios komersial,
dua kios cinderamata, empat kamar mandi cuci dan kakus (MCK), satu kolam
renang dan instalasi air, satu kantor pengelola, satu panggung hiburan
rakyat, dan tiga unit home stay. Umumnya para pedagang berjualan mulai Sabtu
sore, sepanjang hari Minggu dan hari libur lainnya. Selain menyediakan
minuman dan makanan ringan, pedagang kecil di sekitar pantai juga menjajakan
kelapa muda, jagung muda bakar dan pisang gepe.
.:.
Air Terjun Oenesu
Menyebut Oenesu bagi orang Kupang berarti
menawarkan bersantai di suasana segar. Sebagai salah satu dari sedikit air
terjun yang ada di Kupang, tempat wisata air terjun Oenesu menjadi
pemberhentian sejenak bagi warga Kupang mereguknya segarnya hawa yang
ditawarkan tempat ini.

Perhatikan, pada hari Sabtu atau Minggu maka rombongan muda-mudi atau
keluarga banyak yang mendatangi tempat ini. Lokasi ini berjarak kurang lebih
17 km dari Kupang dan jalan menuju tempat ini cukup baik. Aku sendiri tidak
mengalami masalah sama sekali menggunakan sedan ke tempat ini. Memang sempat
muncul kekuatiran terutama adanya satu jembatan kayu yang harus dilewati
untuk sampai ke lokasi ini.
Justru yang belum mendapatkan perhatian yang cukup dari pengelola tempat ini
adalah kondisi jalan dan penataan di lokasi wisata ini. Jalan yang masih
berupa jalan tanah berbatu-batu serta tidak adanya tempat parkir kadang
membuat tempat ini tampak semrawut dengan mobil dan motor yang diparkir
semaunya.
Begitu sampai di lokasi maka anda akan disambut dengan genangan air yang
merupakan bagian atas air terjun. Debit air terjun ini cukup stabil, pada
musim kering sekalipun debit air masih lumayan dapat dinikmati. Foto-foto di
atas diambil pada bulan Oktober, masuk bulan-bulan yang kering dan panas
yang menyengat.
Debit pada musim hujan tentu akan lebih besar, mungkin bisa dua kali lipat
di banding musim panas. Pada saat itu jika kita tepat di bawah air terjun
suara deru air terjun seakan menenggelamkan suara kita sendiri. Jangan heran
kalau kita sering mendengar teriakan-teriakan dan suara tertawa yang cukup
dari pengunjung yang menikmati air terjun ini.
Sampai di lokasi, ada dua jalur yang dapat dipakai untuk turun menikmati air
terjun ini. Sebelah kiri lokasi terdapat jalan menurun yang cukup terjal
yang akan membawa anda ke sebuah jembatan jauh di bawah air terjun utama.
Dari jembatan yang masih baru ini (saat tulisan ini dibuat), anda bisa
melihat beberapa tingkat air terjun.
Jalur lain dapat anda coba melalui jembatan kayu. Jembatan ini sebenarnya
cukup membahayakan terutama untuk anak-anak karena kayu tidak terpasang
menutup semua ruasnya. Jika tidak hati-hati anda dapat terperosok. Jaga
anak-anak anda sewaktu melewati jembatan ini. Setelah itu anda harus
menuruni anak tangga yang lagi-lagi curam, itupun kondisi anak tangganya
tidak rata. Ini juga saya ingatkan kembali pada anda untuk berhati-hati.
Membawa bekal waktu turun sangat disarankan karena naik turun untuk
mengambil makanan ke atas sangat melelahkan. Namun sesampai di bawah,
pemandangan air terjun seakan membilas rasa penat anda. Jangan takut batuan
di tempat ini tidak licin, karena airnya yang mengandung kapur cukup tinggi
(ciri khas air di Kupang) maka batu jadi terasa kesat. Suasana yang rindang
karena banyak pohon-pohon besar tumbuh di sekitar air terjun. Ini masih
ditambah dengan suitan-suitan burung yang sering terdengar nyaring dari
balik pepohonan. Anda bisa langsung memilih berendam di salah satu anakan
air terjun atau memilih menelusuri ke bawah. Gerak tarian air terjun
membentuk alur-alur yang unik, hati-hati karena beberapa cekungan tingkat
air ini ada yang dalam.
Andapun bisa sekedar membentangkan tikar dan bermalas-malasan menikmati
sejuknya hawa serta deru suara air terjun. Keriangan suara pengunjung seakan
mengajak anda ikut riang.
.:.
Pantai Tablolong ( Surga
Para Pemancing )

Tiap tahun, pemerintah NTT rutin menggelar
turnamen memancing internasional di selat yang diapit pulau Rote dan
pulau Timor. Perairan sejauh 10 mil dari garis pantai Tablolong di
kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang itu merupakan jalur
migrasi ikan cukup ramai dari laut Timor menuju laut Sawu. Sesuai jadwal,
perlombaan berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 4-6 Nopember.
Sebanyak 27 pemancing asal Indonesia, Jepang, Jerman dan
Amerika yang tergabung dalam 9 tim, bertolak ke arena perlombaan dari
pantai wisata Tablolong pada pukul 05.00 Wita dan pulang pada
pukul 16.00 Wita. Masing-masing tim dipandu seorang nelayan Tablolong
Peserta yang berhasil
memperoleh ikan dengan berat paling tinggi, berhak menempati posisi pertama
hari itu. Mereka memperebutkan total hadiah uang tunai Rp42.7 juta plus
trophy gubernur NTT. Event ini diharapkan akan menarik
wisatawan mancanegara berkunjung ke NTT menikmati panorama pantai dan
pulau-pulau yang memesona dan belum terjamah polusi. Karena
itu, jauh-jauh hari, pemerintah telah giat menggelar promosi. Mulai dari
menerbitkan kalender event sampai brosur, iklan di media
massa. Upaya pemerintah menyukseskan turnamen ini tampak dari persiapan
yang cukup matang. Panitia menyiapkan regu penolong khusus
yang disiagakan di lepas pantai.
Mereka juga diperlengkapi
peralatan penyelamatan dan radio komunikasi untuk sewaktu-waktu
mengirim laporan ke darat jika mengalami masalah di laut.
Salah satu peraturan yang harus dicermati peserta adalah tidak boleh
mengotori laut dengan membuang sampah. Pesisir ujung selatan
pulau Timor memang menyuguhkan panorama pantai yang indah dan panorama
bawah laut yang elok. Keindahan juga dihiasai dengan pepohonan pantai,
seperti pohon Centigi yang tumbuh menyebar di bebatuan karang. Sayang, pohon
Centigi mulai terancam karena ulah tangan-tangan jahil yang
mengambil pohon tersebut untuk dijual ke pulau Jawa.
David Jones, peserta asal
Amerika misalnya sangat mengagumi keindahan bawah laut karang beatrix yang
berjarak sekitar 5 mil dari pantai. David menjuluki karang
beatrix sebagai ‘supermarket ikan’ karena semua jenis ikan dapat ditemukan
di lokasi itu. Dua karang lainnya yang tak kalah menarik
adalah karang Dalam dan karang Tabui. Di tiga karang ini hidup jenis ikan
yang sering dilombakan dalam berbagai turnamen memancing seperti jenis
Marlin, Layaran, Tenggiri, Wahui, Kuwe, Barakuda, Lemadang, dan Tuna.
Makanya, tidak heran sejumlah warga kota Kupang pecinta wisata bahari
menggunakan perahu motor untuk memancing di kawasan itu sekitar setengah
jam dari daratan.
Selain memancing pengunjung
juga menikmati beragam spesies ikan secara berkelompok tampak seperti
dalam akuarium raksasa. Meski demikian, para nelayan dan pemancing
dilarang menangkap ikan menggunakan potas yaitu zat kimia yang dapat
memabukkan ikan, namun dapat membunuh ikan kecil dan merusak karang.
Terumbu karang di perairan ini juga dilarang untuk diambil.
Untuk maksud itu, di dekat pantai telah dipajang sebuah papan bertuliskan
‘pusat olahraga memancing Tablolong’.
Papan itu dipajang pada
pintu masuk menuju pantai sehingga dapat dilihat dari arah laut. Karena
itu, anda jangan sampai melempar bekas bungkusan makanan ke
laut. Tetapi jika ingin menarik perhatian ikan-ikan berenang di samping
perahu, buanglah makanan pada pagi hari dan anda akan
menyaksikan ribuan ikan warna-warni berebutan makanan.
Saat ini seorang pria
Kanada membangun tiga unit homestay di lahan seluas dua
hektare sekitar satu kilometer dari pemukiman warga. Puluhan warga kota
Kupang biasa menginap di homestay tersebut yang dibangun di pinggir pantai.
Harga sewa homestay per malam berbeda untuk wisatawan asing sebesar Rp100
ribu per malam plus tiga kali makan dan wisawatan lokal
sebesar Rp 50 ribu plus tiga kali makan.
Selain tidak tersedia
jaringan listrik, lingkungan homestay masih sepi, terutama pada malam hari
hanya terdengar deburan ombak memecah karang. Di pagi hari
jika mendengar kicauan burung sangat terasa kehidupan desa terpencil
di pulau Timor. Tidak kalah dengan suguhan pemandangan di petang hari.
Ketika malam menjelang, menyaksikan ribuan sinar lampu yang
dipancarkan dari di rumah-rumah penduduk di desa Tablolong
dan di pulau Semau merupakan pengalaman yang tak terlupakan.
Lokasi ini dapat ditempuh
dari kota Kupang dengan mobil dan sepeda motor dengan perjalanan selama
satu jam. Jalanan yang berkelok-kelok dengan rumah-rumah penduduk yang
masih tradisional juga merupakan sensasi sendiri. Umumnya penduduk Tablolong
merupakan keturunan asal pulau Rote yang dibawa Belanda di
zaman penjajahan.
.:.
Kolam Renang Baumata
 
Baumata adalah sebuah desa
yang terletak 16 Km dari Kota Kupang atau 6 Km Arah Timur dari Bandara El
Tari kupang, tepatnya di Kecamatan Kupang Tengah yang merupakan salah satu
tempat rekreasi/objek wisata yang cukup dikenal dan ramai dikunjungi orang.
Sebagai tempat rekreasi, selain terdapat Hutan
Alam yang merupakan obyek wisata alam (Eco Tourist), Baumata terkenal juga
dengan sumber mata air alamiah yang bersih dan segar. Saat ini Perusahaan
air Aquamor yang telah mengekspor air mineralnya keberbagai daerah di NTT
mengambil air dari sumber air Baumata. Demikian Juga dengan PDAM Kupang yang
merupakan sumber air utama bagi Kota Kupang mendapatkan suplay air dari
Sumber Air Baumata.
Daya tarik yang menonjol yang dimiliki obyek wisata alam Baumata adalah
Kolam Renangnya baik bagi orang dewasa dan anak-anak peninggalan
sejarahnya/situs yaitu gua alam yang cukup menarik dengan stalaktit dan
stalakmit, berjarak ± 250 meter dari kolam renang. Masyarakat menyebutnya
“Gua Jepang” yang merupakan bekas peninggalan Tentara Jepang sebagai tempat
persembunyian selama perang dunia ke II
Selain menikmati pemandangan alamnya dengan udara yang sejuk, didekat kolam
renang itu juga terdapat kolam alam yang dihiasi dengan bunga teratai
sebagai tempat perlindungan beberapa habitat air tawar seperti jenis-jenis
ikan dan udang. Juga saat ini oleh pihak pengelola, kolam tersebut telah
dibudidayakan beberapa jenis ikan yang potensial untuk dikonsumsi antara
lain : Ikan Bandeng, Tawes dan Ikan Mas.
Daya Tarik Wisata
Baumata merupakan salah satu tempat rekreasi dan wisata alam yang cukup
menarik minat banyak orang. Kegiatan yang dapat dilakukan selain menikmati
pemandangan alam dengan udaranya yang sejuk, berkemah, kegiatan fotografi,
kebudayaan tradisional masyarakat yaitu “Tarian Hering” yang biasa ditarikan
untuk menyambut para pembesar atau Tamu Agung.
Bagaimana Menuju ke Lokasi
Tempat rekreasi Baumata hanya dapat ditempuh melalui jalan darat ± 30 menit
dengan menggunakan kendaraan umum (Bemo) dari Kupang jurusan Penfui –
Baumata - nomor 15 dan nomor 16, maupun dengan Jeep, Taxi, Sepeda Motor
ataupun dengan bersepeda.
Sarana Penunjang
Lokasi wisata ini hanya dibuka pada Hari
Jumat, Sabtu dan Minggu atau pada hari libur lainnya. Terutama pada pada
hari libur obyak wisata akan dikunjungi oleh banyak pengunjung yang
berdatangan dari kota KUpang maupun daerah sekitarnya.
Telah tersedia tempat parkir, kamar ganti, Toilet, Warung makan.
Harga Karcis masuk ke lokasi
- Dewasa seharga Rp.5.000/ orang
- Anak-anak seharga Rp 3.500 / orang
- Sewa Ban / pelampung, Ban Kecil Rp.5000, Ban
Besar Rp.10.000
.:.
Taman Wisata Alam Pulau
Menipo
Luas : sekitar 2.449,50
hektar
Letak :
di selatan Pulau Timor yang secara administrasi pemerintahan termasuk ke
dalam wilayah Kecamatan Amrasii, Kabupaten Kupang berada sekitar 118 Km
sebelah timur Kota Kupang, dengan luas sekitar 2.449,50 hektar
B I O T I K
Tipe Vegetasi : hutan kering dan savana
Flora
Didominasi oleh jenis-jenis lontar (Borrasus flabelefer), asam (Tamarindus
indica), kesambi (Schleichera oleosa), dan waru (Hibiscus tiliacius); tipe
vegetasi hutan pantai ditumbuhi cemara laut (Casuarina equisetifolia); serta
tipe vegetasi hutan bakau didominsi oleh jenis Rhizophora mucronata,
Bruguiera conyugata dan Bruguiera exaristata.
Fauna
Rusa Timor (Cervus timorensis), Kera (Macaca fascicularis), Babi Hutan (Sus
vitatus), Biawak (Varanus salvator), Ular Sanca Timor (Phyton timorensis),
Burung Pelikan (Pelicanus sp), Burung Camar (Sterna sp), Burung Perkici
(Tricholosus haematodus), Burung Kakatua Putih Kecil Jambul Kuning (Cacatua
sulphurea), Elang Laut (Haliaretus leucogaster), Raja Udang (Halcyon sp),
Pecuk Ular (Anhinga melanogaster), Raja Udang (Halycon sp), Pecuk Ular
(Anhinga melanogaster), Burung Gelatik (Padda fuscata), Bangau Putih
(Egretta sacra), Burung Perkutut (Geopelia striata), Bangau Hitam (Ciconia
episcopus), dan Burung Koakiu (Philemon inornatus). Disamping itu, terdapat
pula aneka jenis fauna perairan dan laut seperti Buaya Muara (Crocodilus
porosus), Penyu belimbing (Dermocheyis coriacea), Penyu tempayan (Caretta
caretta), dan Penyu sisik (Eretmochelys imbricata).
W I S A T A
Pantai Pasir Putih
Panorama alam, dari kawasan ini kita dapat menikmati indahnya panorama alam
berupa hamparan laut lepas di pantai selatan, dan pada malam hari dalam
keadaan cuaca yang cerah dan laut tenang akan terlihat kelap-kelip cahaya
lampu ditepi pantai utara benua Australia. Selain untuk menikmati alam, para
pengunjung bisa memanfaatkan obyek wisata ini untuk kegiatan memotret dan
selancar angin.
Keindahan pantai ini didukung oleh terbentuknya pantai yang dangkal sebagai
konsekuensi adanya hubungan dekat dengan daratan Pulau Timor yang
diperbaharui oleh pendangkalan laut. Konon proses ini telah terbentuk
ratusan tahun lalu sebagai akibat dari perembesan ombak laut yang besar.
Relief Bukit Pasir
Dibagian sisi Barat Pulau Menipo terdapat bukit pasir setinggi 15 m, yang
terbentuk akibat terpaan angin, bukit pasir memiliki daya tarik tersendiri
dengan relief seperti ukiran, membawa pengunjung seperti di padang pasir
sebenarnya.
Padang savanna
Secara ekologis padang savana merupakan turunan dari ekosistem dataran
rendah, dimana vegetasinya berubah karena sering terjadi kebakaran dan
penebangan pohon-pohonan. Di padang ini kita bisa menyaksikan rusa timor
yang sedang mencari makan dan bermain. Pengunjung bisa memanfaatkan obyek
wisata ini untuk olah raga lintas alam, berkemah dan memotret.
Tempat Pendaratan Penyu
Pada musim bertelur penyu antara bulan Agustus sampai dengan Nopember dapat
dinikmati atraksi penyu yang menuju daratan untuk bertelur, biasanya
dilakukan pada saat pasang tertinggi yaitu pada bulan purnama. Pengunjung
dapat mengamati dari dekat penyu yang bertelur dan anak penyu (tukik) yang
menetas karena waktunya hampir bersamaan.
Wisata lain
Disekitar Taman Wisata Alam Menipo terdapat beberapa obyek wisata alam
lainnya yang bisa dinikmati yaitu Taman Wisata Alam Camplong, obyek wisata
alam Tesbatan yang terkenal dengan air terjun bertingkat tujuhnya, serta
pantai Pakubaum yang memiliki keindahan alam pantainya.
Sarana Prasarana :
Sampai saat ini belum tersedia sarana prasarana wisata khusus mengingat
kawasan wisata ini masih dalam tahap awal pengembangan. Bagi para pengunjung
tersedia tempat menginap sederhana yang cukup murah, tempat makan, serta
toko minuman dan makanan ringan disekitar kawasan.
.:.
Taman Wisata Hutan
Camplong

A. Selayang Pandang
Hutan Camplong merupakan hutan wisata dengan pemandian alamnya yang indah
dan sejuk, karena terletak di kaki Gunung Fatuleu. Hutan wisata ini banyak
didiami jenis satwa yang dilindungi. Di Hutan Camplong juga banyak terdapat
sumber daya alam, seperti sumber mata air, kolam renang alami, aneka jenis
flora seperti kayu merah, pinus, lontar, eucalyptus, dan beragam jenis fauna
seperti kera, ayam hutan, tupai, kuskus, dan burung (nuri, kakaktua, merpati,
puyuh, bangau, elang, tekukur, beo).
Di setiap akhir pekan, yakni Jumat hingga hari Minggu, hutan wisata ini
banyak dikunjungi oleh warga kota Kupang. Mayoritas pengunjung adalah
keluarga yang mengajak anak-anak mereka yang berusia dikisaran 7-12 tahun.
B. Keistimewaan
Kawasan hutan Camplong memiliki penangkaran buaya, rusa timor dan ular sanca.
Di kawasan ini juga dapat ditemui berbagai hewan endemik, seperti rusa timor,
burung kakak tua berbahu hijau kekuningan (Olive-shouldered Parrot) dan
merpati berpunggung hitam (Black-backed Fruit-Doves). Sedangkan flora
endemik yang dapat ditemukan adalah kayu cendana (Santalun Album). Selain
itu terdapat pula berbagai goa buatan, peninggalan Jepang semasa perang
dunia kedua. Gua ini mengandung nilai sejarah karena menjadi tempat
persembunyian pasukan Jepang ketika diserbu oleh warga yang tinggal di
sekitar Hutan Camplong.

C. Lokasi
Hutan wisata ini terletak di pinggiran jalan menuju Kota Soe, Kecamatan
Fatuleu, Kabupaten Kupang, atau 46 kilometer dari kota Kupang, Ibukota
Provinsi Nusa Tenggara Timur.
D. Akses Menuju Lokasi
Dari kota Kupang menuju Hutan Camplong dapat ditempuh dengan naik angkutan
umum berupa minibus jurusan Soe dengan biaya Rp. 7000. Sedangkan jika
menggunakan jasa taksi dikenakan biaya sebesar Rp. 100 ribu.
E. Harga Tiket Masuk Lokasi
Tiket masuk kawasan hutan wisata sebesar Rp. 3000.
F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
Hutan wisata Camplong mempunyai fasilitas air bersih dalam bentuk kran dan
kolam yang ditempatkan di samping jalan setapak. Juga tersedia beberapa
sarana seperti losmen yang terdapat di samping jalan besar yang
menghubungkan antara kota Kupang dan Kota Soe.
.:.
Pantai Kolbano
  
Bagi
kebanyakan wisatawan mengunjungi pesisir pantai yang dipenuhi hamparan pasir
putih atau pasir hitam merupakan hal biasa yang dapat kita lihat, namun
bagaimana dengan pesisir pantai yang dipenuhi hamparan batu berwarna-warni
yang sangat indah dan unik, bisa jadi menjadi pemandangan baru bagi Anda.
Ini bisa Anda lihat dan rasakan hanya di sepanjang pesisir Pantai Kolbano.
Pantai Kolbano terletak di Desa Kolbano, Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor
Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur. Luas wilayah Desa
Kolbano 17 Km2. Pantai Kolbano terkenal dengan batu warnanya dan sudah
dimanfaatkan penduduk setempat sejak tahun 1971.
Batu warna di pesisir Pantai Kolbano ini, memiliki bermacam ragam bentuk dan
warna. Ada yang berwarna merah, hijau, kuning, hitam, bahkan batu yang
bercorak pun ada. Juga ada batu yang memiliki tiga warna (merah, hitam dan
krem).
Keindahan Pantai Kolbano ini dapat dinikmati oleh wisatawan baik yang
berasal dari daerah sekitar Nusa Tenggara Timur dan berbagai daerah lainnya.
Bila Anda tinggal di Jakarta, maka Anda dapat menggunakan pesawat Mandala
Airlines, Sriwijaya Airlines, Batavia Airlines atau Merpati Airlines dengan
tujuan Kupang yang ditempuh selama ± 6 jam.
Setibanya di kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, ada 2 (dua) pilihan yang
dapat Anda lakukan : Anda dapat menginap 1 (satu) malam di Kupang atau Anda
dapat langsung melanjutkan perjalanan menuju Pantai Kolbano (tergantung
waktu yang ada). Jika Anda ingin tetap melanjutkan perjalanan ke Pantai
Kolbano, maka Anda dapat menggunakan jasa travel atau bus kota jurusan
Kolbano dengan membayar ongkos seharga Rp.60.000,-. Namun disarankan agar
Anda berangkat pada Pk. 06.00 WITA, karena bus yang berangkat dari terminal
bus Kupang hanya satu kali perjalanan dan perjalanan dari Kupang ke pantai
Kolbano ditempuh selama ± 6 jam.
Jika Anda sudah tiba di Pantai kolbano, Anda dapat mencari rumah penginapan
di rumah penduduk dengan sistem sewa, atau Anda dapat menginap di Mess Pemda
TTS
Sumber
Portal Bisnis #1 di NTT
www.nusacendanabiz.com


|