kepl.jpg
 

www.disnak.nttprov.go.id

  ::

MENU UTAMA


 

.

::

PENGUMUMAN

.

::

LOGIN ADMIN

User

Password


-----------------

 

New Page 1

 

 

Masalah dan Upaya Pemecahan

Dalam pelaksanaan program dan kegiatan pada Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur selama tahun anggaran 2006, masalah dan kendala yang ditemukan yaitu :

a. Bidang Produksi.
 

  1. Produksi (populasi dan produktifitas) ternak di Nusa Tenggara Timur belum optimal antara lain karena makin terbatasnya lahan peternakan (padang rumput) dan sumber air minum, sementara pola pemeliharaan dominan non intensif, permintaan/pengeluaran melampaui ketersediaan, pemotongan ternak betina produktif masih cukup tinggi, pencurian dan penyakit hewan strategis. Untuk itu Pemerintah, petani peternak dan pengusaha sebagai mitra yang bertanggung jawab dalam pengembangan bidang peternakan di NTT, perlu bekerjasama lintas sektor dan lintas wilayah untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian secara obyektif dan serius untuk meningkatkan produksi ternak demi kesejahteraan masyarakat NTT.
     

  2. Padang penggembalaan sebagai lahan peternakan makin sempit karena berbagai kebutuhan pembangunan, selain karena ekspansi gulma; sebab itu perlu pengukuhan status lahan peternakan oleh Pemerintah Kabupaten dan upaya perbaikan, selain pemanfaatan kelebihan produksi pada musim hujan. Untuk itu diharapkan agar Pemerintah Kabupaten dapat menetapkan dan mengukuhkan padang penggembalaan sebagai lahan peternakan untuk menunjang pengembangan ternak ruminansia besar, minimal untuk pembibitan. Selain itu dengan berbagai sumber dana diusahakan mengembangkan sumber air minum untuk ternak di lahan-lahan peternakan berupa embung ataupun jaringan air. Kegiatan ini diutamakan pada kawasan sentra produksi komoditas unggulan.
     


b. Bidang Kesehatan Hewan.

  1. Salah satu faktor penting dalam peningkatan produksi ternak adalah terpeliharanya kondisi / status kesehatan ternak, sehingga dapat berproduksi secara optimal. Kesehatan ternak selama ini merupakan salah satu masalah yang menonjol berkaitan dengan pola pemeliharaan ternak dalam pembangunan peternakan di Nusa Tenggara Timur. Beberapa penyakit menular utama di NTT adalah Septichaemia Epizootica (SE), Anthrax, Brucellosis dan New castle Disease (ND) serta akhir-akhir ini muncul Rabies dan Hog Cholera dengan prevalensi yang tinggi, yang memerlukan penanganan intensif dan berkesinambungan dari semua pihak baik pemerintah (pusat, Provinsi dan kabupaten/kota) maupun masyarakat.
     

  2. Upaya mempersempit penyebaran penyakit Brucellosis di pulau Timor, maka larangan lalulintas ternak sapi dari Kabupaten TTU dan Belu yang prevalensinya tinggi melalui Kabupaten TTS perlu ditaati oleh semua pihak sesuai Keputusan Gubernur Nomor 13 tahun 1993. Untuk itu harus ada komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di daratan Timor dalam bentuk Surat Keputusan tentang Pemberantasan Penyakit Brucellosis di Pulau Timor sebagai tindak lanjut Surat Keputusan Gubernur NTT. Selain itu harus ada Surat Keputusan dari Pemerintah Kabupaten/Kota tentang status wilayah Kecamatan Bebas, Terancam dan Tertular penyakit brucellosis sesuai hasil surveilens di masing-masing Kabupaten/Kota setiap tahun sehingga pengawasan mutasi ternak dapat dilaksanakan secara optimal. Distribusi sapi bibit antar Kab./Kota se Provinsi NTT agar wajib dilakukan test Brucellosis.
     

  3. Sehubungan dengan Otonomi Daerah, maka dalam rangka penanggulangan penyakit menular strategis di NTT, Kabupaten/Kota yang ingin melakukan kerjasama teknis/operasional dengan Provinsi agar membuat perjanjian kerjasama antar Dinas Peternakan Kabupaten/Kota atau Dinas yang menangani Fungsi-fungsi Peternakan yang diketahui oleh Pimpinan Daerah, terutama dalam kegiatan penanggulangan penyakit menular strategis.

 



c. Bidang SDM dan Kelembagaan.
 

  1. Terbatasnya aparatur teknis yang bertugas di lapangan, sehingga perlu direncanakan lewat dana APBD I dan APBD II untuk terus dilatih Pembantu Petugas Peternakan Mandiri (P3M) bagi petani terpilih di desa untuk membantu melakukan pelayanan di desanya dengan insentif dari masyarakat sendiri. Diharapkan lebih banyak kader peternak yang dapat menolong peternak dilingkungan mereka sendiri. Pemberdayaan masyarakat untuk membantu melayani sesamanya di lapangan lewat kelompok-kelompok Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) yang dilatih dan diberikan sarana dan biaya untuk operasional penanggulangan penyakit hewan menular sekaligus memberdayakan masyarakat lewat penciptaan lapangan kerja di desa.
     

  2. Kekurangan sarana pemasaran ternak dan produk ternak, misalnya pasar hewan, rumah potong hewan dan kelengkapannya menyebabkan kesulitan dalam pengawasan mutu produk, sehingga Pemerintah Kabupaten/Kota perlu memfasilitasi sarana dan prasarana pemasaran tersebut untuk kepentingan masing-masing daerah Kaupaten/Kota.

     

 :: Alamat.

Jln. Veteran - Kelapa Lima Kupang - NTT
Telp (0380) 825250 - 831821
Telepon/Faximili: (0380) 825249 - 833060
e-mail :
disnak@disnak.nttprov.go.id
 

.

.

 :: Galeri Foto

.

Peternakan Sapi di Kab. Kupang

.

Ternak Babi yang dipelihara masyarakat

.

Ternak Kambing



Potensi Ternak Ayam Petelur di Kab. Kupang
 

.


(
41 kb )
Daftar Pejabat Dinas Peternakan Prov. NTT Thn 2006
------------------------
(
183.7 kb )
Data Pembangunan Peternakan Statistik 2003.htm
------------------------
(
183.7 kb )
Data Pembangunan Peternakan Statistik 2004.htm
------------------------
(
317.7 kb )
Data Pembangunan Peternakan Statistik 2005.htm
------------------------
(
160.7 kb )
Data Pembangunan Peternakan Statistik 2006.htm
------------------------
 

 

 

.

 :: LINK

PORTAL INDONESIA


PEMDA NTT


DEPDAGRI


DEPTAN RI


BAPPENAS


DEPKOMINFO


ASEAN e-FARMERS


KPDE - NTT


DPRD - NTT


TAMAN BUDAYA - NTT


LINK PEMKAB - NTT
 

.



DINAS PETERNAKAN
 PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Copyright © 2006
 All comment about this site please send mail to e-mail : disnak@disnak.nttprov.go.id